Tag

, , , , , , ,


air-mataMendung dan hujan mengingatkan diriku pada sayangku di seberang sana. Sebuah memori yang takkan kulupakan. Disaat hati ini ingin selalu bersama disisimu namun kita harus berpisah karena sesuatu yang tidak mungkin.

Perasaan sedih dihatiku seperti mendung yang mengiringi perjalanan kita menuju pelabuhan udara. Kubelokkan arah kemudi mobilku di tempat wisata yang masih sepi. Kupegang erat tangamu. Tak lepas kumemandang wajahmu. Yank, aku hanya ingin kau tahu. Aku masih ingin bersamamu. Dalam pelukanmu di pagi hari. Mengisi siang hingga malam dengan sapaanmu yang mesra diselingi canda tawa kita.

Ah, baru sejenak rasa suka dan sayang ini hadir. Kini kau akan kembali ke kota asalmu. Yank…aku rindu belaian kasihmu…pelukanmu dan ciuman penuh kasih sayangmu.

Rintik-rintik hujan mulai membasahi jalanan yang kita lalui. Kutahan air mata ini jatuh di pipiku. Aku coba tegar dan bertahan untuk tidak menangis. Sayangk, aku hanya ingin kau tahu. Aku kehilangan dirimu.

Tak ada lambaian tanganmu. Tapi kau beri kecupan kasih dipipi dan keningku. Hati ini bergetar. Kakiku seakan tak kuat untuk berdiri. Aku masih sempat melihat dirimu hilang dikeramaian penumpang lainnya.

Yank, aku hanya ingin kau tau. Air mata ini tumpah dan tertahan saat melihat Citilink terbang meninggalkan kota ini. Seiring hujan yang semakin lebat. Begitu juga dengan air mata ini. (*psa)

Iklan